Apa jadinya bila rumah yang selama ini Kamu anggap aman
sekaligus nyaman tiba-tiba harus terganggu dengan kehadiran ular di dalam
rumah.
Ya, siapa yang sangka jika hewan melata yang memiliki kemampuan mematikan ini bisa berada di dalam rumah, yang jelas-jelas bukan
habitat asli mereka. Bukan hanya pelaku kriminal, ular juga bisa menjadi
ancaman dan mengganggu keamanan penghuni rumah.
Survei membuktikan bahwa keamanan adalah salah satu dari tiga
pertimbangan utama konsumen dalam membeli rumah, selain lokasi dan tempat yang strategis.
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan ular bisa masuk ke rumah Kamu.
Bisa jadi karena lokasi rumahnya yang berdekatan dengan alam bebas
seperti rawa, sawah, sungai, hutan, dan kebun. Atau mungkin
karena mereka terbawa aliran air hujan yang membanjiri lingkungan tempat
tinggal Kamu.
Ketua Jakarta Animal Aid Network, Benvika Iben, mengatakan, tidak
ada yang bisa memprediksi kapan seekor ular akan masuk ke dalam sebuah
rumah.
“ Dari beberapa kasus yang sudah kami tangani, masuknya ular ke dalam
rumah bukan karena bagus atau jeleknya rumah tersebut. Dan ketika hewan
melata ini sudah masuk ke dalam rumah, masyarakat juga kerap salah tingkah dalam menanganinya. Umumnya karena terpengaruh mitos yang selama
ini beredar seputar ular sehingga malah membahayakan keselamatan mereka
sendiri ” kata Bevinka.
Lebih rinci, ia juga mencontohkan jenis ular yang kerap sering ditemukan saat banjir adalah ular sanca atau phyton.
jika di rumah ditemukan seekor ular, cara yang paling bijak mengatasinya
adalah bukan dengan membunuhnya. Sebaiknya direlokasi saja ke tempat
yang semestinya. Atau cara gampangnya, hubungi saja ahli ular atau pawang
ular
Berikut tips - tips menjaga rumah agar tidak didatangi ular :
1. Tutup semua akses masuk ke dalam rumah, seperti saluran air maupun atap rumah
Fakta ini cukup mengejutkan. Ternyata ular juga merupakan hewan yang sangat pandai untuk mencari tempat berlindung.
“ Ular memang sangat nyaman bersarang di gorong-gorong pipa
pembuangan. Namun lidah ular yang berfungsi sebagai sensor navigator
akan terus selalu mencari jalan ke tempat yang menurutnya lebih aman,”
kata Benvika.
Karena itu tidak ada salahnya bila Kamu melakukan tindakan antisipasi yang bisa dimulai dari pekarangan rumah. Terlebih jika
terdapat pohon berukuran besar dan berdaun lebat. Kemudian, pastikan
agar dahan dan ranting tidak menyentuh atap rumah yang bisa jadi jalan
bagi ular untuk masuk ke rumah.
Selain itu, jangan lupa juga untuk menutup saluran air dengan
menggunakan penutup saringan. Tujuannya, agar ular tidak bisa menerobos
masuk ke dalam rumah.
2. Awasi pojokan taman rumah
Pojokan taman rumah merupakan tempat yang biasanya terdapat tumpukan
batuan yang sangat disukai ular karena dianggap lembap tapi kering
sehingga, penting bagi Anda untuk memantaunya setiap hari.
“ Untuk menghindari celah-celah bagian taman di rumah yang lembap,
setelah menyapu sebaiknya jangan biarkan sisa dedaunan di pojokan,
karena akan lembap serta kering sehingga ular sangat menyukai tempat
tersebut,” ujar Benvinka.
3. Jangan taburkan garam dan larutan penyengat di sekitar rumah. Itu bohong
Menurut Benvika, cara menaburi garam dan menyirami dengan larutan
penyengat seperti antiseptik di pekarangan rumah dan saluran air
merupakan tindakan yang keliru.
“ Menaburi garam di sekitar pekarangan rumah sebenarnya tidak
berpengaruh. Sebab kulit ular tidak mengeluarkan lendir yang bersifat
basa. Berbeda halnya dengan siput atau keong racun, yang akan sensitif
bila terkena garam atau antiseptik
”
“ Biasanya, setelah banjir, banyak yang melapor ditemukan ular di
lubang pekarangan rumah. Saran saya, sebaiknya didiamkan dahulu. Lalu
melapor kepada pawang ular ” tutur Bevinka.
4. Rumah yang wangi
Faktanya, ular sangat takut dengan
bau-bau yang menyengat. Hal ini dikarenakan ular mengandalkan indera
penciuman lewat lidahnya untuk mengenali keadaan di lingkungan sekitar.
Maka dari itu, usahakan rumah Kamu harus selalu dalam kondisi harum, sehingga ular akan merasa kebingunan dan akhirnya kabur menjauh.
5. Rutin membuang sampah
Sampah merupakan makanan utama para tikus. Semakin
banyak tikus di rumah, maka ular pun merasa tertantang untuk masuk ke
rumah. Buanglah sampah minimal 4 kali dalam seminggu untuk memutus
rantai makanan ini.
6. Membuat Pagar Beton
Untuk memaksimalkan perlindungan Kamu dari ancaman ular, Kamu
dapat membangun pagar beton dengan mengelilingi rumah. Agar lebih maksimal, pasang kawat berduri di bagian atas pagar. Langkah ini sangat sangat
disarankan untuk rumah yang berjarak dekat dengan sawah atau sungai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar