Minggu, 02 April 2017

Kisah penista agama Islam. Bumi pun tidak mau menerima Jasadnya


Ini kisah tentang musthafa kamal. Penguasa turki yg sangat anti dgn yg 'kearab-araban'Pakaian 'arab' dilarang, adzan dgn bahasa arab dilarang, tulisan nama-nama masjid dgn bahasa arab dilarang. Bahkan saking bencinya dgn tulisan arab, qur'an pun tidak boleh diedarkan jika masih memakai tulisan arab. Matanya memerah, marah jika melihat TULISAN ARAB. Puluhan ulama ia buru dan gantung krn menentang idenya yg ingin menghapus pengaruh arab dalam masyarakat.
Tapi teman2 tau bagaimana akhir si anti arab ini?
Menjelang kematiannya, Allah datangkan beberapa penyakit sehingga Ia dapat merasakan siksaan yang demikian dahsyat. Diantaranya penyakit kulit sampai ke kaki dimana ia merasa gatal-gatal seluruh tubuh. Gatal tidak kunjung hilang meski kulit terkelupas akibat digaruk menggunakan kuku. Ditambah dgn penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta marasa panas sepanjang waktu.
  Pembantu-pembantunya juga diarahkan untuk meletakkan potongan-potongan es di dalam selimut untuk mendinginkan tubuhnya. Namun tetap sia-sia. Karena tidak tahan dengan panas yang ditanggung, ia menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu. Karena tidak tahan mendengar jeritan, mereka yang bertanggung jawab mengirimnya ke tengah lautan dan ditempatkan dalam perahu dengan harapan ia akan merasa sejuk. tapi hal itu tetap mustahil

Pada 26 september tahun 1938, ia pingsan selama 48 jam karena terlalu panas dan sadar setelah itu, tetapi hilang ingatan. Pada 9 November tahun 1938, Musthafa pingsan lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu dia meninggal, tidak seorang pun yang memandikan, mengkafani dan menyolatkan mayatnya.

   Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengkafani dan menyolatkannya. Tidak hanya itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke kuburan. Saat mayatnya hendak dikubur, tanah tidak menerimanya. Karena putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke dalam museum yang diberi nama 'EtnaGrafi' selama 15 tahun sampai tahun 1953.

Setelah 15 tahun mayatnya hendak dikubur kembali, tapi bumi tetap tidak menerimanya. Akhirnya mayatnya dibawa ke satu bukit dan ditanam di celah-celah batu marmer.

Para ulama saat itu mengatakan bahwa bukan hanya bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak akan menerima jasad mustafa kamal ataturk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar