Sedikitnya 254 orang tewas, sekitar 200 hilang dan ratusan lagi luka-luka saat banjir dan tanah longsor menerjang rumah-rumah di Kota Mocoa, Kolombia, pada Sabtu dini hari waktu setempat.
Hujan lebat berjam - jam sepanjang malam
menyebabkan sungai - sungai meluap, rumah-rumah disapu banjir lumpur di
Provinsi Putumayo
Palang Merah mengatakan paling tidak 200
orang hilang, dan 202 lainnya luka-luka. Presiden Juan Manuel Santos,
yang mengunjungi daerah tersebut, mengatakan tentara telah dikerahkan
sebagai bagian dari langkah tanggap darurat nasional Keadaan Darurat.
Dia memberlakukan keadaan darurat di
wilayah tersebut. Kantor berita Reuters melaporkan lebih dari 1.100
tentara dan polisi telah bergabung dalam upaya penyelamatan.
Seorang perwira militer mengatakan rumah
sakit utama di daerah itu kewalahan untuk mengatasi. Gubernur wilayah
itu, Sorrel Aroca, mengatakan kepada media Kolombia bahwa seluruh
kawasan itu telah terkubur.
Lembaga-lembaga penyelamatan mengatakan upaya mereka terhambat oleh cuaca yang tetap buruk dan infrastruktur yang rusak.
Jembatan-jembatan juga hanyut diterjang
banjir. Jose Antonio Castro, Wali Kota Mocoa, mengatakan kepada radio
Caracol bahwa kota itu sepenuhnya telah tertutup, tanpa listrik dan air
bersih.
Surat kabar El Tiempo melaporkan, saat
alarm terdengar sebagai isyarat naiknya ketinggian air sungai, banyak
orang meninggalkan rumah dan bergegas ke tempat-tempat penampungan.
Bencana longsor ini disebabkan oleh
meluapnya sungai Mocoa dan tiga anak sungainya, kata perwakilan dari
Unit Dinas Risiko Bencana Nasional kepada kantor berita AFP.
Petugas penyelamatan mengatakan 17 permukiman terdampak bencana itu, dan Wali Kota Castro menyebut rumahnya juga hancur.
Tanah longsor dan hujan lebat merupakan
hal yang biasa terjadi di daerah pegunungan ini, namun menurut badan
meteorologi Kolombia, hujan yang turun sepanjang Maret lalu adalah yang
paling lebat sejak tahun - tahun sebelum nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar